7 Potensi Wisata Di Pulau Madura

10 Jun 2013

Sama seperti daerah-daerah lainnya di Indonesia, Pulau Madura sesungguhnya juga punya potensi wisata yang cukup besar. Pulau yang terdiri dari empat kabupaten ini memiliki potensi pantai, kuliner, budaya, hingga wisata religius. Sayangnya belum banyak potensi tersebut yang sudah dikelola dengan layak. Padahal seandainya saja mendapat perhatian yang cukup dari pemerintah setempat, bukan tak mungkin Pulau Madura menjadi salah satu tujuan wisata utama di Jawa Timur. Apalagi letaknya yang tidak jauh dari Surabaya, ditambah lagi dengan keberadaan Jembatan Suramadu yang dapat memangkas waktu penyeberangan menjadi sangat cepat. Dari sekian banyak potensi wisata di Madura, berikut ini 7 yang sempat saya dokumentasikan.

1. Karapan Sapi

Karapan Sapi pastinya sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia. Tradisi asli masyarakat Madura ini sudah cukup tenar hingga ke penjuru dunia di luar Nusantara. Gambarnya pun pernah menghiasi mata uang koin Rupiah, bahkan produsen mobil sport Lamborghini pun terispirasi menamai salah satu seri mobil mewahnya dengan nama Madura karena tradisi ini. Karapan Sapi digelar secara rutin setiap tahunnya. Pada umumnya adu balapan sapi akan dimulai dengan penyisihan di tingkat kecamatan, kemudian dilanjutkan ke tingkat kabupaten, sebelumnya akhirnya para pemenang akan berlaga di Piala Presiden yang mempertemukan pasangan-pasangan sapi terbaik dari seluruh Indonesia. Meskipun sempat menuai kontroversi karena adanya kekerasan terhadap sapi di arena, kini Karapan Sapi Madura telah melakukan evolusi dengan menghilangkan unsur kekerasan terhadap sapi-sapi karapan.

2. Bebek Sinjay

Bebek Sinjay

Bebek Sinjay atau Bebek Sinar Jaya merupakan salah satu wisata kuliner Pulau Madura yang terletak di Kota Bangkalan yang telah menarik minat puluhan ribu wisatawan lokal untuk berkunjung. Bebek Sinjay menjadi terkenal karena kekhasan sambal pedas mangga mudanya atau biasa disebut juga sambal pencit dan rasa daging bebeknya yang empuk dan makyos. Setiap harisnya warung makan ini selalu dipadati pengunjung yang cukup berjubel. Para pelanggan bahkan harus rela mengantri cukup lama saking padatnya pesanan yang masuk ke meja kasir.

3. Pantai Lombang

Pantai Lombang

Pantai Lombang terletak di ujung timur Pulau Madura atau lebih tepatnya di Kabupaten Sumenep. Pantai ini cukup unik karena di sepanjang pantainya terdapat banyak Pohon Cemara Udang. Keberadaan pohon-pohon ini menambah asri suasana pantai. Dan konon, di dunia hanya ada beberapa pantai dengan vegetasi yang sama. Pantainya cukup bersih dengan hamparan pasir berwarna kuning keemasan. Fasilitas yang tersedia cukup lengkap, seperti tempat parkir, gazebo, kamar mandi, hingga warung-warung penjual makanan dan minuman di tepi pantainya.

4. Pantai Siring Kemuning

Pantai Siring Kemuning

Pantai Siring Kemuning terdapat di Kabupaten Bangkalan, jaraknya sekitar satu jam perjalanan dengan kendaraan roda dua dari pusat kota. Lokasinya searah dengan pusat kerajinan Batik di Tanjung Bumi sehingga cocok sekali untuk mengunjungi keduanya secara bersamaan. Sayangnya potensi objek wisata ini masih belum dikelola secara maksimal oleh Pemkab Bangkalan. Hal ini terlihat dari minimnya fasilitas umum yang tersedia di pantai ini. Para pengunjung yang membutuhkan kamar mandi bahkan harus rela menumpang di rumah-rumah penduduk yang ada di dekat pantai.

5. Gunung Geger

Bukit Geger

Sebenarnya lebih tepat menyebutnya sebagai Bukit Geger dari pada Gunung Geger karena sebenarnya tempat ini hanya sebuah bukit menjulang di Kecamatan Geger, Kabupaten Bangkalan. Selain pemandangan alam dan suasana hutan yang sejuk, potensi wisata di lokasi ini adalah makam dari Potre Koneng (Putri Kuning) yang dipercaya merupakan nenek moyang orang Madura. Untuk mencapai lokasi, para pengunjung sebaiknya membawa kendaraan pribadi yang cukup prima karena kondisi jalan yang kurang mulus. Selain itu pengunjung juga harus menyiapkan fisik yang prima untuk mendaki ratusan anak tangga untuk sampai di makam sang putri. Objek wisata ini sangat cocok bagi petualang yang menyukai kegiatan luar ruangan (outdoor) dengan bumbu sejarah dan religi.

6. Mercusuar Sembilangan

Mercusuar Sembilangan

Mercusuar Sembilangan merupakan salah satu bangunan peninggalan Belanda yang usianya lebih kurang seratusan tahun. Menara suar ini letaknya tidak jauh dari pusat Kota Bangkalan. Bangunan ini didirikan oleh Belanda pada masa pemerintahanRaja Z.M. Willem III dan mulai digunakan pada tahun 1879. Walaupun sudah cukup uzur, mercusuar ini masih digunakan untuk menerangi Selat Madura hingga kini. Salah satu daya tarik objek wisata ini adalah kesempatan untuk menyaksikan Gresik, Pelabuhan Tanjung Perak, Selat Madura, hingga Kabupaten Bangkalan dari puncak menara.

7. Pelabuhan Kamal

Sunset di Pelabuhan Kamal

Walaupun penyeberangan dari dan ke Madura kini dapat dilakukan dengan cepat melalui Jembatan Suramadu, tak ada salahnya sesekali mencoba melakukannya lewat Pelabuhan Kamal atau Pelabuhan Ujung Perak. Kita akan merasakan sensasi penyeberangan berhiaskan matahari terbenam jika kebetulan melakukannya di sore hari tepat sebelum matahari terbenam. Selain itu kita juga dapat menyaksikan aktivitas bongkar muat kapal-kapal besar yang berlabuh di Tanjung Perak atau keindahan lampu-lampu kapal di tengah Selat Madura kala malam menjelang.


TAGS Madura Bangkalan Indonesia Parawisata


-

Author

Follow Me